Sempu Island

Hello kawan semua..
Selamat malam.

Senang sekali rasanya bisa ketemu dengan kalian lagi.
Oke, to the point aja. Kali ini saya mau share cerita sekaligus juga poto-poto perjalanan saya ke pulau sempu dengan sahabat-sahabat yang berdomisili di kota malang, tepatnya mereka tinggal di Dinoyo. Sebenarnya tidak ada agenda khusus untuk jalan-jalan ke pulau sempu. Kebetulan saja pada saat itu saya yang baru selesai program kuliah praktek (magang) di SBO (suroboyo) TV selama kurang lebih 2bulan. Sebelum pulang ke jogja tiba-tiba muncul keinginan untuk refreshing sejenak menyegarkan pikiran dan mental agar kembali menjadi fresh dalam menghadapi Tugas Akhir kuliah.hahaha..akhirnya berangkatlah ke malang dengan tanpa persiapan yang matang serta membawa pakaian seadanya.

Sampai di malang saya disambut dengan hangat oleh sahabat-sahabat saya yang ada disana. Dan saat santai di rumah kos sahabatku inilah kami mulai mencari alternatif tempat wisata yang belum pernah kami kunjungi. Tidak mau berpikir panjang, kami langsung saja tancap gas berangkat membawa mobil sahabatku dengan tanpa tujuan yang jelas. Sambil jalan kami berdiskusi tujuan wisata yang mau dikunjungi, tidak butuh waktu yang lama berdiskusi, hingga akhirnya kami sepakat untuk berwisata di Pulau Sempu. Asiiikk,,,...ahaha...

Perjalanan dimulai saat kita sampai di pantai Sendang Biru. Pantai berpasir putih dan air lautnya jernih ini nampak masih begitu alami. Sebelum menyebrang ke pulau sempu, kita harus minta ijin dulu ke BKSD (balai konservasi sumber daya alam) karena pulau sempu merupakan cagar alam yang masih terlindungi. Pulau kecil tanpa penduduk ini secara geografis terletak kurang lebih 90km di sebelah selatan kabupaten Malang. Luas pulau ini sekitar 877 Ha yang berada dibawah naungan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur.

 Pengunjung Pantai Sendang Biru sedang mengambil gambar.


Penampakan Pantai Sendang Biru.


 
  Si Tomy dan si Gozi berjalan ke pos konservasi.

Tampak depan pos konservasi. 

 Tampak dalam pos konservasi.

Beberapa jenis satwa liar yang sering diperdagangkan secara ilegal.

 Peringatan lokasi berbahaya & satwa liar berbahaya di pulau sempu.

  Peringatan bawalah sampah anda kembali, agar tidak mengotori pulau.

Wawancara singkat dengan penjaga pos konservasi.

Mengisi daftar pengunjung pulau sempu.
 
Perjalanan dimulai saat kita sampai di pantai Sendang Biru. Pantai berpasir putih dan air lautnya jernih ini nampak masih begitu alami. Setelah mendapatkan surat ijin, kami bergegas menuju kapal nelayan yang akan mengantarkan kami ke pulau sempu. Tarif sewa perahu nelayan sekali jalan Rp. 100.000,- pulang pergi.

Menuju ke perahu.
 Persiapan sebelum naik perahu.
 
 Perahu nelayan yang biasa dipakai untuk menyebrang ke pulau sempu.
 Nah ini perahu yang kita pakai untuk nyebrang ke pulau sempu.
 Tomy sedang mempersiapkan kameranya untuk memotret keindahan pantai Pantai Sendang Biru.
 Pemilik perahu menarik tampar yang mengikat perahunya.hahaha...
 Perjalanan dari pantai sendang biru menuju pulau sempu.
Gozy.

Tomy.

Abik.
Si potografer mulai beraksi.

Keindahan laut pantai Sendang Biru.

 Kapal nelayan yang bersandar didekat pantai.

Perjalanan dari pantai sendang biru menuju pulau sempu hanya butuh waktu sekitar 15menit. Akhirnya sampai juga kami di pulau sempu. Kemudian perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki menyusuri hutan belantara. Sebenarnya tidak dianjurkan melakukan perjalanan di pulau sempu pada musim hujan karena texture tanah hutan akan menjadi lumpur jika terkena air hujan. Namun apalah dikata, kami sudah sampai di pulau sempu, medan yang kami hadapi sangat berat dan terasa amat melelahkan karena harus melewati tanah yang berlumpur dan licin dengan kemirimgan sekitar 60derajat, akar pohon dan bebatuan yang lalu lalang menghadang kaki, pohon besar yang tumbang menutup akses jalan.
 
 Medan yang berat karena tanah basah berlumpur terkena air hujan sebelum kami datang.
 

Akar pohon yang melintang sepanjang perjalanan.

Tingkat kemiringan sekitar 60derajat.

 Tanah yang basah berlumpuh dan licin.


 
 Pohon tumbang menutup akses jalan.

 Sebagian tanah yang kering sedikit meringankan perjalanan. 

 Ketemu dengan rombongan dari surabaya yang sedang istirahat kelelahan.

Ditengah pejalanan ada seperti bukit kecil yang menanjak.

 Harus extra hati-hati ketika turun dari atas.



  Narsis dulu sebelum sampai di segara anakan.


 Akhirnya sampai juga di segara anakan.

Setelah menempuh jalan kaki sekitar 3 jam yang sangat menguras tenaga, akhirnya kami sampai juga di segara anakan. Alhamdulillah banget bisa sampai segara anakan, karena selama perjalanan sempat ada yang mau menyerah ngak mau meneruskan perjalanan karena memang beratnya medan dan ada sebagian sahabat kami yang cidera kakinya. Kebetulan saat itu suasana sepi tidak terlalu banyak pengunjung dan pantai yang masih kelihatan bersih.
 

Pemandangan segara anakan dari samping.

Dibalik bukit itulah laut samudra hindia terbentang luas.

Pantai segara anakan dari atas bukit.

 Lobang di bukit segara anakan yang termasuk daerah berbahaya.

Setelah santai sejenak dipantai segara anakan, kami melanjutkan petualangan menaiki bukit, karena penasaran dengan pemandangan dibalik bukit yang katanya sangat indah. Rasa penasaran itu langsung terjawab ketika kami mencapai puncak bukit dan melihat begitu indah pemandangan alam di pulau sempu ini. Special deh pokoknya..hehe...

View samudra hindia dari puncak bukit segara anakan. Terasa di Raja Ampat yah.hahaha...



Segara anakan dilihat dari puncak bukit.






Terimakasih telah mengunjungi web kami.
Sampai ketemu pada postingan selanjutnya.
See you..

Share this: