Goa Pindul

Selamat malam para blogger mania..
Tentunya jam segini kalian baru persiapan atau bahkan sudah asik berselancar didunia maya, baik itu nge_blog, bersosial media, sekedar browsing atau ada yang lagi download juga. Yah apapun yang kalian kerjakan tentunya itu merupakan kebutuhan dan pekerjaan kalian setiap harinya. Good luck deh pokonya..
Oke perkenalkan dulu teman baru saya, kebetulan teman baru saya ini adalah bule. Mereka ada yang dari Libya dan dari Germany.

Hamid dan Hamody, keduanya dari Libya. 

Svenja Kruso, Inga Schabanecki, Vera Smid dan Flo Rian, mereka semua dari Germany.

Gozy, Ali dan Yuko.

Hamody with Svenja Kruso.

Me and Flo Rian.

Behind The Scene.haha...

Jalan-jalan menuju alun-alun kidul.

Hamody, Svenja Kruso and Gozy.

Hamody and Ali.

Ngeteh dan ngopi menikmati pagi di hotel Tulips.

Santai sambil ngobrol persiapan chek out dari hotel menuju ke goa pindul.


Foto dulu di hotel Tulips sebelum chek out.

Kali ini kami mau menceritakan perjalanan ke Goa Pindul dan Goa Sriti, mungkin sebagian dari kalian ada yang belum pernah mengunjungi objek wisata tersebut.  Nah bagi kalian yang belum pernah kesana dan penasaran seperti apakah objek wisata goa pindul dan goa sriti tersebut, ngak ada salahnya menyimak cerita yang akan kami bagikan.
Goa pindul terletak di Dusun Karangmojo, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Gunungkidul Yogyakarta. Memiliki panjang sekitar 350 meter, lebar sekitar 1 hingga 5 meter, tinggi atap goa dari permukaan air sekitar 4 meter dan kedalaman air sekitar 5-12 meter. Goa ini dibagi dalam 3 zona, yaitu : zona terang, zona remang dan zona gelap. Waktu tempuh perjalanan dari masuk goa hingga pintu keluar goa sekitar 45 menit. Goa ini dulunya hanya sebuah goa yang tidak terawat dan dijadikan sarang kelelawar.
Oke, petualangan menyusuri goa kita mulai. Goa pindul ini merupakan goa yang didalamnya terdapat aliran sungai yang mengalir, jadi selama menyusuri goa, kita hanya duduk diatas ban besar dan memakai pelampung sebagai keamanan, ban yang kita duduki tersebut  ditarik oleh beberapa guide sepanjang menyusuri goa yang aliran sungainya relatif tenang ini.
Ditengah goa yang resmi dibuka pada tahun 2010 ini, terdapat sebuah ruangan yang agak besar, dengan lobang diatasnya. Dari lobang ini sinar matahari masuk kedalam goa yang membuat pemandangan didalam goa semakin indah. Oleh warga setempat lobang ini disebut dengan sumur terbalik.
Selama menyusuri goa pindul ini, anda akan banyak menemukan stalagtit dan stalagmit dengan berbagai macam bentuk dan ukuran. Bahkan ada stalagtit yang sudah menyatu dengan stalagmit sehingga membentuk seperti pilar besar dengan ukuran lebar lima rentangan tangan orang dewasa, plar ini disebut dengan soko guru. 

Hamody dan Flo Rian narsis di pom bensin jogokaryan.

Hamody dan Gozy bersalaman dengan guide bapak Udi.

Suasana ruang ganti baju di lokasi goa pindul.

Hamody memberikan intruksi kepada Gozy untuk memakai pelampung dan sepatu yang sudah disiapkan.

Tampak Inga dan Svenja Kruso memakai sepatu.

Karena belum makan, si Ali dan kawan-kawan kelaparan dan memakan roti yang dibelinya didepan kantor pemandu wisata goa pindul.

Goaaa pinduuulll...

Ngak cukup sekali fotonya.haha..

Perjalanan menuju Goa Pindul.

Yang paling keren yang mana yaa??.

Didepan pintu masuk Goa Pindul.

Kayaknya kameraku penuh dengan foto Hamody nih..

Foto bareng pengunjung lain.

Memasuki area Goa Pindul.




























Harga tiket masuk goa cukup murah, yaitu Rp. 30.000,-, harga tersebut sudah includes semua perlengkapan diantaranya jaket pelampung, ban karet, senter kepala, sepatu karet dan jasa pemandu yang akan menemani anda menyusuri goa. Setelah ini akan saya lanjukan dengan posting perjalanan ke Goa Sriti yang ngak kalah serunya. 

Terima kasih telah mengunjungi blog saya.

Share this: