Festival Budaya

Selamat siang teman-teman..
Saya senang sekali bisa posting lagi dan bertemu kembali dengan teman-teman.
Musim kampanye seperti sekarang ini rasanya justru berkurang ketenangan saya sebagai pengguna jalan ketika mengendarai sepeda motor di sepanjang jalan raya. Para simpatisan caleg & partai tertentu, seakan dengan seenaknya sendiri mengendarai motor yang kebanyakan knalpotnya kendaraan mereka itu blong. Harusnya jaman sekarang para caleg berkampanye dengan cara yang cerdas, yang bisa memberi manfaat dan efek positif terhadap masyarakat. Secara umum, masyarakat sekarang sudah semakin dewasa dan bijak dalam mengikuti perkembangan politik.

Ah itu sekedar selingan broo..apapun situasi politik dan pilihan partai serta calegnya, yang penting blogger tetap harus ngeblog.haha..oke kali ini saya mau share tentang festival seni budaya keagamaan hindu yang diselenggarakan di kota Jogja tahun lalu. Festival tersebut menghadirkan berbagai macam acara, mulai dari karnaval budaya nusantara, lomba,  pesta rakyat hingga penampilan karya seni dan budaya keagamaan hindu yang bersifat sakral.

Ketua Panitia, Ida Bagus Widha Krisna menuturkan festival yang akan dibuka Menteri Agama Suryadharma Ali itu menampilkan berbagai karya seni dan budaya keagamaan, yang bersifat sakral. “Seperti mantra, suara genta, seni tabuh, seni tari, kidung kerohanian, sesaji dan kearifan lokal dari berbagai wilayah nuasantara,” kata dia, Ahad 16 September 2012. Kontingen yang turut berasal dari Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten, Kalaminatan Selatan, Bali, dan lainnya. "Meski festival Hindu, namuan akan melibatkan semua kepercayaan yang ada, termasuk Kong Hucu," kata dia. Misalnya saja dalam karnaval itu seniman asal Bali, Wayan Sandika menampilakn ogoh-ogoh raksasa berwujud Garuda dan Dewa Siwa Nata Raja atau Dewa Seni yang pembuatannya diselesaikan di Asrama Bali Putra Saraswati Yogya.

Selain festival, kegiatan ini dirangkai dengan berbagai jenis perlomabaan seni keagamaan Hindu. Di antaranya lomba musik tradisi (Tabuh Lalambatan/instrumental), tari ritual (Tari Rejang atau Tari Baris), musik vocal instrumental (Gegitaan), tari kreasi keagamaan dan tari topeng Sidakarya. Kegiatan itu akan dibuka pada Minggu 23 September, ditandai dengan kirab budaya dan parade nusantara bertema “Bhineka Tunggal Ika”. Parade itu akan menempuh rute cukup panjang, dari Taman Parkir Abu Bakal Ali Malioboro, berakhir di Puro Pakualaman, Yogyakarta. “Meski festival Hindu, kami juga melibatkan semua kepercayaan yang ada, termasuk Konghucu,” kata Widha.

Kontingen yang akan hadir di antaranya berasal dari Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten, Kalaminatan Selatan, Bali, dan lainnya. Dalam karnaval itu, seniman asal Bali, Wayan Sandika akan menampilkan ogoh-ogoh raksasa berwujud Garuda dan Dewa Siwa Nata Raja atau Dewa Seni, yang kini pembuatannya sedang diselesaikan di Asrama Bali Putra Saraswati, Yogyakarta. Ada pula berbagai kegiatan lainnya, seperti perlombaan seni keagamaan Hindu, lomba musik tradisi (Tabuh Lalambatan/instrumental), tari ritual (Tari Rejang atau Tari Baris), musik vocal instrumental (Gegitaan), tari kreasi keagamaan dan tari topeng Sidakarya.
Festival itu juga diisi sarasehan bertajuk “Pesta Rakyat”, yang diselenggarakan di Monumen Serangan Umum 1 Maret Yogyakarta. “Kami juga gelar pameran seni dari perwakilan kontingen di Gedung ISI Yogyakarta,” kata dia. 

Tapiii ...ada tapi na nie!!.. Saya hanya menghadiri pas acara penutupan.hahaha..













Share this: