Durian Desember "Basic Photography For Blogger"

Siang itu cuaca gerimis tipis dan langit agak mendung gelap merata hampir menutup seluruh langit kota Medan. Kami berharap sambil berdoa agar cuaca segera cerah membaik agar acara Durian bisa terlaksana dengan sukses dan lancar. Di Durian kali ini ada beberapa hal yang Istimewa, salah satunya adalah Pemateri Diskusi kali ini adalah Saya.hahaha..

Saya pun masih bingung, dikasih tanggung jawab sama ketua Blog-M yaitu Bang Rudi untuk memberi materi tentang Fotografi, secara skill saya masih dibawah standart dan secara pengalaman juga belum banyak. Ibarat kata, meskipun itu hanya berupa setetes ilmu yang saya ketahui dan bisa saya bagikan, apa salahnya untuk berbagi ilmu yang saya miliki.

Apa jadinya jika dunia ini tidak ada gambar\foto, pasti sangat membosankan. Begitu juga dengan tulisan kalian di blog, akan terasa hampa jika tanpa gambar. Apalagi di era digital yang serba "menarik" danberwarna seperti akhir-akhir ini, pengunjung\pembaca blog akan semakin betah berlama-lama di blog kalian jika gambar-gambarnya yang ada di blog kalian menarik dan enak dilihat, disamping itu juga harus diimbangi dengan tulisan yg bagus.

basic photography for blogger  blog-m blogger medan
Basic Photography For Blogger.

Basic Photography For Blogger
Sebelum lebih jauh kita membahas fotografi, ada baiknya kita mengetahui dulu asal kata phothography itu sendiri. Kata Fotografi atau Photography (dalam bahasa inggris) itu berasal dari dua kata dalam bahasa yunani, Photos itu artinya Cahaya dan Grafo artinya Melukis. Dari arti kata tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa Photography adalah Seni Melukis dengan Cahaya melalui alat yang bernama Kamera. Secara umum dasar fotografi itu sama dengan dasar seni melukis\menggambar.

composition of photography durian blogger medan
Dasar-dasar fotografi.
Berikut ini akan saya jelaskan sedikit mengenai beberapa dasar fotografi agar foto hasil jepretan kalian bisa lebih bagus dan menarik.

1. Komposisi
Komposisi atau dalam dunia desain lebih sering disebut "layout" adalah pokok \ inti dari fotografi.  Seperti kalian membuat layout \desain blog, kalian harus mencoba beberapa layout komposisi agar bisa tercipta hasil yang diinginkan, banyak-banyaklah berexperimen atau istilah lebih kerennya "Berkarya" agar skill (kemampuan) kalian membuat komposisi\layout semakin terasah dan semakin bagus.

Dalam membuat komposisi yang bagus, ada beberapa kaidah yang bisa dianut, diantaranya:
A. Simpel
Meminimalkan objek didalam frame. Jangan sampai ada 2 objek yg sama didalam 1 frame foto yang saling menarik perhatian, kalaupun ada maka harus ditonjolkan salah satunya agar bisa diketahui point of interest-nya. Meminimalkan objek disini juga jangan sampai mengurangi kekuatan pesan dari sebuah foto. Inti dari komposisi "simpel" adalah agar pesan point of interest dari sebuah foto menjadi semakin kuat.
Komposisi Layout ada 2 bentuk lampu yang sedang menyala.
Disederhanakan hanya mengambil bentuk lampu yang sama. 
Foto yang pertama terdapat 2 objek berupa lampu kecil di sisi kiri dan lampu besar yang berjajar rapi sebanyak 3buah. Posisi lampu kecil ini terkesan mengganggu pemandangan kita untuk fokus ke 3 buah lampu besar yang berjajar rapi. Untuk itulah saya mencoba ambil gambar lagi yang hanya mengambil objek 3 buah lampu yang berjajar rapi dan hasilnya pun lebih menarik dari pada yang pertama.

B. Balance
Balance artinya Seimbang. Keseimbangan antara sisi kanan dengan sisi kiri sebuah foto, namun tidak mengharuskan sama persis. Balance disini juga berlaku untuk sisi bawah dengan sisi atas.

Istana Maimun di Jln. Brigjen Katamso Medan.
Masjid Raya Al-Mahsun di pusat kota Medan.
Balance sisi atas dan sisi bawah (sisi bawah sengaja digelapkan agar fokusnya langsung tertuju ke sisi atas).

C. Framing
Memasukkan subjek objek kedalam sebuah frame\bingkai. Tujuan utama dari framing adalah mengisi bidang yang kosong, bukan hati yg kosong yaa :) #justkidding. Bisa juga framing manual dengan menaruk benda (semisal:daun) didepan kamera agar tampak foreground (bagian depan) blur dan background nya fokus tajam.

Pantai Romantis di Serdang Bedagai (framing memanfaatkan dedaunan).
Framing memanfaatkan jendela rumah.

D. Background & Foreground
Menentukan background dan foreground serta menyatukannya menjadi sebuah kesatuan foto yang Harmony merupakan hal terpenting dalam fotografi. Fotografer harus bisa pandai-pandai memanfaatkan sekeliling objek. Teknik menyatukan antara background & foreground ini sering digunakan sebagai prewedding atau foto model yg ingin menampilkan pasangan serta pemandangan sekitarnya.

Background Masjid untuk Prewedding.

E. Line Pattern Texture & Color
Seorang fotografer dituntut untuk lebih peka "membaca" kondisi disekitarnya agar foto yang dihasilkannya bisa Berbicara dan mampu Bercerita. Belajar mengamati lebih dalam tentang Garis Pola Teksture dan warna.

Taman Kota di Lapangan Merdeka Medan.
Pada foto diatas anda ini terdapat garis kotak, curva (lengkung), vertikal, diagonal (dinamis). Ada juga pola pot bunga yg melengkung, ada teksture tanah daun pot bunga dan warna taman yg hijau serta langit yg mendung berwarna putih.

Bermain dengan warna.

Tips Membuat Layout Bagus
Naah dari penjelasan diatas timbul pertanyaan, bagaimana membuat layout \komposisi yg bagus?
Oke saya kasih tips manarik agar komposisi gambar anda lebih bagus dan lebih menarik.

A. Punya Referensi yg Bagus
Kalian harus punya Reverensi Gambar yang Bagus. Reverensi yang bagus bisa dijadikan sebagai acuan kemapuan kita (skill). Bukan bermaksud meniru seutuhnya, tetapi kita hanya belajar dari reverensi tersebut agar terpancing untuk membuat yang lebih bagus dan lebih menarik.

B. Trik ATM (Amati Tiru Modifikasi). Setelah dapat referensi yg bagus langkah selanjutnya yaitu meniru memodifikasi. Setelah bisa membuat karya foto yang mendekati (mirip) seperti yang ada di reverensi, maka selanjutnya adalah berexplorasi membuat karya yang lebih bagus dan lebih keren dari reverensi tersebut.

2. Point Of Interest
Titik utama (fokus) sebuah foto. POI berupa Objek\subjek yg paling berbeda, bisa dari warna, gerak, bentuk, pola atau teksturenya. Seperti sebuah lagu, foto\gambar juga berisi banyak pesan-pesan yang ingin disuarakan oleh sang fotografer yang "tidak tertulis tapi bisa dibaca". Bahkan terkadang ada orang yang lebih tersentuh dengan melihat gambar dari pada membaca tulisan. Pesan itulah yang biasanya tersimpan didalam Point of Interest sebuah foto.

Point Of Interest nya seorang ibu yang sedang berjalan menuntun sepedanya.

3. Angel
Sudut pengambilan gambar
Secara umum ada lima type angle camera.
Angle Camera.
A. Top Angle \ Eangle Eye
Kamera berada jauh\tinggi diatas objek. Angle ini  sekarang lebih mudah dengan adanya Drone.
Objek kelihatan kecil karena sudut pengambilan gambar yang jauh.
B. High Angle
Kamera berada diatas objek yang tidak terlalu jauh\tinggi. Apabila objek berupa manusia, maka batasnya adalah kamera berada diatas kepala objek.
Objek berada dibawah kamera yang tidak terlalu jauh\tinggi.
C. Normal Angle \ Eye Level
Posisi kamera berada sejajar dengan mata kita.
Normal Angle, posisi kamera sejajar dengan mata kita.
D. Low Angle
Posisi kamera berada dibawah. Batasnya posisi kamera berada dibawah kepala objek dan tidak terlalu extreme sampai menyentuh tanah.
Kamera berada dibawah kepala objek yang tidak terlalu extreme.
E. Bottom Angle \ Frog Eye
Angle ini memiliki karakter hampir sama dengan Low Angle hanya saja tingkat kerendahannya lebih Extreme dimana kamera hampir menyentuh tanah. Dalam istilah lain Bottom Angle juga disebut Frog Eye atau Mata Katak.
Posisi kamera hampir menyentuh tanah.

4. Rule Of Thirds
Teori ini pertama kali ditulis oleh John Thomas Smith di tahun 1797 Pada bukunya yang berjudul “Remarks on Rural Scenery”, (1766–1833) beliau adalah pelukis terkenal dari Ingris. Rule of third ini merupakan salah satu rumus yg memudahkan kita membuat\menentukan komposisi sebuah karya fotografi.
Letakkan Point Of Interest di dekat titik putih pertemuan antara 4 garis merah.

5. Breaking The Rule
Tidak semua foto harus mengikuti aturan-aturan diatas. Aturan diatas hanya sebagai aturan umum dan tidak baku (tidak harus diikuti). Prinsip-prinsip fotografi diatas hanya untuk memudahkan kita dalam memotret sebuah objek dan tidak ada salahnya jika kita mencoba untuk membuat karya yang berbeda dari biasanya. Prinsip Breaking The Rule ini populerkan oleh Ansel Easton Adam.
Breaking The Rule.

Ansel Easton Adams (lahir di San Francisco,California, 2 Agustus 1902 – meninggal 4 Oktober 1984 pada umur 82 tahun) adalah fotografer Amerika Serikat dan seorang aktivis lingkungan yang dikenal dengan foto-foto hitam putihnya mengenai Amerika Serikat Barat, khususnya Taman Nasional Yosemite. Salah satu dari foto terkenalnya adalah Moonrise, Hernandez, New Mexico yg dipamerkan di museum modern sanfrancisco.

Dalam teori seni fotografi, tidak ada kata salah, yang ada hanya Bagus dan Tidak Bagus (alias jelek). Dan penilaian orang terhadap sebuah karya seni sangat bergatung pada faktor pengetahuan, usia, selera, ekonomi, gender, dan beberapa faktor lainnya.

Tips Croping Bagian Tubuh


Croping Bagian Tubuh.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat croping bagian tubuh, jangan memotong\croping anggota tubuh pada bagian leher, siku tangan, dengkul, pergelangan kaki, jari-jari tangan dan kaki. Aturan ini hanya untuk memudahkan agar tidak nanggung saat melakukan croping bagian tubuh serta lebih enak dilihat dan tidak kelihatan aneh. Pada gambar diatas garis warna merah adalah garis untuk dihindari melakukan croping dan garis warna hitam adalah garis yang diperbolehkan melakukan croping. Namun aturan ini hanya aturan secara umum dan bukanlah aturan baku, anda bisa mengcroping pada bagian-bagian tertentu dengan alasan estetika, konsep, keindahan foto dan tujuan lainnya yang tidak ngawur (asal-asalan).

Okey sekian dulu penjelasan sedikit mengenai dasar-dasar fotografi dari saya. Sampai ketemu dipostingan selanjutnya. Terima kasih. 

Share this: