Jika engkau jodohku

Entah kenapa akhir-akhir ini saya sering gelisah, memikirkan jodoh yang tak kunjung datang,
dan ternyata bukan hanya saya saja yang mulai gelisah, namun keluarga dirumah pun sudah
mulai ikut gelisah dengan semaikin sering menanyakan "kapan menikah", bahkan  orang tua pun sudah mulai menawarkan anak gadis dari kerabat dan keluarga dekat. Tepat hanya berselang sehari saya baru pulang dari jogja, sudah disodori foto gadis yang kata orang tua dia adalah tetangga dari keponakannya ibu, yang sebenarnya masih ada hubungan family juga meskipun sudah jauh. Teman sebaya dirumah juga hampir semuanya sudah menikah, bahkan sebagian ada yang sudah punya anak.

banyak
Jodoh pasti bertemu, klo ngak bertemu ya bertamu.hihi...

Kata temen-temen, saya terlalu perfeksionis, cari jodoh tuh yang rasional aja, yang bisa nerima kekurangan kamu, jangan yang terlalu sempurna. Sebenarnya saya bukan type orang yang pemilih, apa lagi saya sadar dengan sepenuh hati saya bukanlah cowok cakep, kaya juga tidak, pinter juga tidak, alim juga tidak, soleh juga bukan laaah (saya kan ramli.hehe..). Namun satu hal prinsip yang selalu saya pegang selama ini, yaitu selalu berusaha untuk menjadi lebih baik.

Tidak ada kriteria khusus yang saya tetapkan dalam memilih jodoh, saya hanya berpedoman
mencari jodoh yang penting dia baik dan dari keluarga baik juga. Bukan saya bemaksud sok baik dan sok suci, ane juga pernah nakal, ane sering keluar malam, suka nongkrong di cafe, suka begadang dg temen, suka keluar ngak jelas tanpa tujuan, tapi yang ane rasakan, ane masih bisa menjaga diri, alhamdulillah ane solat 5 waktu meski kadang subuh kesiangan dan akhirnya dijamak sama solat duha.haha... Ane tidak pernah pacaran, meskipun memang pernah dekat dengan cewek tapi tidak lama, tidak minum alkohol, dan terakhir alhamdulillah ane tidak merokok. Disini ane cuma berniat memperkenalkan diri, tidak berniat promosi, branding atau pencitraan, itu terserah tergantung dari segi mana anda menyikapinya.

Seandainya diperkenankan calon jodohku membaca tulisanku ini, ane ingin menitipkan sedikit keinginan yang selamai ini ane pendam didalam kalbu, dan mungkin ini juga menjadi keinginan dari orang tua ane.

1. Menikah cukup sekali seumur hidup.
Menikah itu berarti membuat janji dengan Allah, disaksiakn oleh para malaikat dan alam semesta.
janji suci tersebut berupa membangun bahtera rumah tangga yang sakinah, mawaddah warahmah
serta bisa memberikan keturunan anak yang soleh dan berguna bagi agama.

2. Menikah itu bukan sekedar kisah romantis.
Lebih dari itu menikah adalah IBADAH. dengan menikah iman seseorang akan bisa menjadi lebih sempurna dari pada sebelumnya. Menikah juga bukan sekedar ingin melampiaskan nafsu birahi, akan tetapi lebih dari itu agar bisa mendapatkan keturunan yang soleh atau solehah yang kelak akan menjadi penolong di akhirat nanti.

3. Menikah itu menyatukan keluarga.
Tidak sebataas kita sendiri yang bahagia atas pernikahan kita, tapi keluarga pun juga ikut senang dan bahagia atas pernikahan kita dan membahagiakan orangtua itulah yang menjadi salah satu keinginan terbesar dalam hidupku. Dan setelah menikah tidak ada istilah mertua, orang tuamu itu adalah orangtuaku begitu juga sebaliknya orang tuaku adalah orangtuamu juga.

Cinta itu bisa dibangun, tapi kalau iman itu bisa berkurang dan bisa bertambah, untuk itu
jika engkau adalah jodohku, marilah kita senantiasa saliing mengingatkan tentang keimanan dan ibadah, ingatkan aku jika aku melewati batas atau bahkan tersesat.

Aku bukanlah mahluk yang sempurna, penuh dengan kekurangan dan juga cacat, dan engkau pun juga sama, banyak kekurangan dan kekhilafan, untuk itu, dengan menikah marilah kita saling melengkapi kekurangan masing-masing dan saling menutupi aib kita masing-masing, serta senantiasa berbuat yang terbaik.

Menikah itu tentang berjuang berdua. bukan lagi tentang keangkuhanku atau tentang keegoisanmu. kita hapus semua keangkuhan dan keegoisanndemi terwujudnya rumah tangga yang bahagia serta membawa berkah. Kita sudah menyempurnakan separuh agama dengan pernikahan, untuk itu marilah kita berdua sempurnakan separuh sisanya.

Masa laluku tidak begitu cemerlang, tidak suram juga, hampir tidak ada prestasi yang bisa dibanggakan. ane tidak berasal dari keturunan bangsawan atau konglomerat, tidak juga dari keturunan darah biru, ane hanya remaja biasa dan dari orang tua yang biasa saja, yang senantiasa berusaha memperbaiki diri, baik dalam sisi finansial, kesehatan, agama dan keluarga.

Ukhti, ane belum punya penghasilan tetap, tapi insyaallah bisa tetap berpenghasilan. Rejeki itu seperti jodoh, Allah sudah mengaturnya. Kewajiban ane hanya ihtiar\berusaha, masalah bagian rejeki itu urusan yang diatas yang ngasih. Tapi ane juga tidak akan pernah lepas tangan dari berusaha dan berdoa. Insyaallah ane termasuk type cowok yang giat berusaha, punyaa komitmen kuat, suka bekerja keras dan bertanggung jawab.

Dalam perjalanan membangun bahtera rumah tangga barangkali engkau akan menemukan
aku berubah atau aku menjadi diriku yang lain, yang tidak selalu bisa membahagiakanmu, yang kurang bisa membuatmu selalu tersenyum, yang kurang bisa memberi perhatian, yang kurang bisa memahami dengan keadaanmu, tolong ingatkan aku dan ajari aku.

Tangerang 12 Mei 2016

Share this: