Nonton Bareng Film Untuk Angeline

Siang itu tiba-tiba dapat bbm dari si Aji diajak nonton bareng film Untuk Angeline ntar sore. Tanpa berfikir panjang langsung aku iyakan ajakan nonton si aji tersebut, karena memang aku lagi ngak ada agenda kemana-mana. Setelah sampai lokasi di bioskop Empire XXI, saya kaget ternyata nonton barengnya ramee bareng temen-temen lama (padahal sebenarnya ngak tau sejak kapan berteman.haha..). Ketemu kak aqied yang fotonya instagramable gitu katanya, ketemu juga dengan kak darmini yang penulis best seller, ada juga kak Ima dari Emak Blogger, dan temen-temen kece lainnya.

Untuk Angeline yang tayang mulai tanggal 21 Juli Kemarin.
Film Untuk Angeline
Film yang disutradarai oleh Jito Banyu ini terinspirasi dari kejadian nyata kasus pada pertengahan tahun 2015 lalu yang terjadi di pulau dewata. Ceritanya ada seorang Anak Kecil Bernama Angeline yang di siksa oleh Ibu angkatnya sendiri hingga si Angeline meninggal dunia. Angeline dinyatakan hilang oleh pihak berwajib tepat 3 minggu sebelum ditemukan jasadnya dibelakang rumah ibu angkatnya. Kondisi jasadnya ditemukan mengenaskan dan banyak bekas luka dan memar disekujur tubuhnya. Penderitaan dan kisah tragisnya membuat para penonton banyak meneteskan air mata.

Angeline yang diperankan oleh Naomi Ivo sedang menangis bercerita tentang papa John ayah angkatnya.

Di adegan Angeline membacakan tulisan " Terima kasih Ibu " menyambut hari Ibu saat acara disekolahnya, dimana semua teman-temannya membacakan tulisan tentang kasih sayang yang diberikan oleh ibu mereka, menceritakan tentang perhatian yang diberikan ibu mereka, si Angeline hanya bisa  menceritakan kasih sayang yang diberikah oleh John (bapak angkatnya) dan sama sekali ridak pernah diberi kasih sayan dan perhatian oleh ibunya, yang didapatkan Angeline dari ibu angkatnya hanyalah kekerasan dan siksaan. Saya hampir meneteskan air mata dan tidak bisa membayangkan jika itu terjadi pada diri saya atau keluarga saya.

Nih aku kasih sedikit bocoran Trailernya :

Belajar dari film Untuk Angeline
Dari film ini saya bisa belajar banyak tentang arti kehidupan dari anak kecil seperti Angeline yang tetap kuat dan tidak pernah mengeluh atas apapun yang terjadi dalam hidupnya. Kekerasan dan siksaan yang dia dapatkan tidak pernah sedikitpun dia ceritakan ke teman-temannya meskipun itu sangat menyakitkan.

Dengan hadirnya film Untuk Angeline ini diharapkan semakin meningkatnya kesadaran dan kepedulian masyarakat akan pentingnya perhatian dan kasih sayang kepada anak-anak. Film ini sekaligus sebagai alat yang tepat untuk kampanye " stop kekerasan pada anak " serta menyadarkan masyarakat tentang hak-hak yang seharusnya orang tua berikan kepada anak-anaknya.

Hari gini habis nonton ngak ada foto?!! kan ngak asik. Untuk melengkapi keseruan sore kemarin, kami berfoto wefie sesaat setelah film usai. Ada juga video testimoni dari kami setelah nonton film. Oiya makasih buat teman-teman KOPIers Jogja yang sudah mengajak nonton bareng film Untuk Angeline.
 

Sebelum nonton narsis duluu...
Eh ada lagi. tapi mukaku kok agak aneh ya.haha..
Kayak bioskop pribadi ya, cuma kita yang masih bertahan untuk berfoto ria.huhu...
kopiers jogja untuk angeline
Sempat-sempatnya didepan toilet masih foto-foto.haha..
Maju terus dunia perfilman anak negeri dan semoga kisah Angeline ini menginspirasi kita untuk semakin menyayangi anak-anak, menjauhi kekerasan, serta lebih peduli terhadap lingkungan sekitar. Okee Terima kasih atas kunjungnya. See you,,

Share this: